Selamat datang di Ar Rafi' - Bandung
 
Kontak: (022) 731-1009 — Surel: kontak@arrafibandung.com
•  Penerimaan Siswa Baru SMP Ar Rafi' Tahun Ajaran 2018-2019 (Terbatas Hanya 60 Peserta Didik)  •  TK Ar Rafi' - Islamic Pre-School  •  SD Ar Rafi' - Accelerated and Bilingual School  •  
Umum
 

Tips dan Trik Sukses Ujian

1.   Berdo'a dan minta do'a kepada orang tua.

2.   Buat jadwal belajar yang tepat.

3.   Sediakan waktu istirahat dan jaga kesehatan.

4.   Ciptakan suasana belajar menyenangkan dan nyaman.

5.   Kumpulkan referensi materi sebanyak mungkin.

6.   Mencatat pokok-pokok pelajaran.

7.   Hapalkan kata dan kunci.

8.   Kembangkan materi yang sudah dipelajari.

9.   Belajar itu memahami dan bukan menghafal.

10. Fokus.

11. Perbanyak berlatih soal.

12. Belajar kelompok untuk bahan soal.

13. Sarapan sebelum mengerjakan soal.

14. Manfaatkan moment sesaat sebelum ujian untuk mereview materi.

 

Tips dan Trik Menjadi Guru yang Berprestasi

1.   Luruskan niat, mantapkan tekad bahwa mengajar harus dilakukan dengan ikhlas sehingga menjadi ibadah.

2.   Memperhatikan kesehatan jasmani dan rohani.

3.   Membuat jadwal kegiatan sehari-hari dengan baik.

4.   Lakukan hal-hal yang produktif secara efektif & efisien.

5.   Mempersiapkan semua yang dibutuhkan ketika akan mengajar maupun ketika akan melakukan kegiatan.

6.   Kuasai mata pelajaran yang diajarkan serta upayakan menjawab pertanyaan peserta didik dengan baik.

7.   Kembangkan kemampuan dan pengetahuan tentang strategi mengajar dan tentang IPTEK.

8.   Menjadi teladan dan menginspirasi bagi peserta didik.

9.   Membuat karya tulis / penelitian yang mempunyai dampak sosial, budaya, ekonomi, politik, dsb.

10. Gunakan bahasa asing ketika presentasi / menjawab pertanyaan, itu menunjukan nilai lebih.

11. Aktif ajukan pertanyaan dan pendapat saat ada pembicara di sesi umum.

 

Psikologi : Pentingnya Peran Ayah dalam Lingkungan Keluarga

Ayah Adalah Seorang Pejuang yang patut dikasihi dan dicintai juga

Tak bisa dipungkiri bahwa peranan ayah sangat besar dan penting dalam suatu keluarga. Ayah memang bukan yang melahirkan buah hati tercinta, tetapi peranan ayah dalam tugas perkembangan anak sangat dibutuhkan. Tugas ayah selain untuk menafkahi keluarga, ayah juga diharapkan menjadi teman dan guru yang baik untuk anak.

Anak dalam masa perkembangannya membutuhkan segala pengetahuan di segala bidang. Di sinilah peranan ayah sangat penting. Kecerdasan anak sangat dipengaruhi oleh kromosom X- kromosom yang berasal dari ibu. Faktor genetik memang sangat mempengaruhi perkembangan anak, tetapi tugas ayah pula dalam perkembangan otak dan nalar anak.

Dalam membicarakan kecerdasan anak, tak cukup dinyatakan dengan IQ (intelligence quotient). Sayangnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang tak memahami masalah ini. Masih banyak pula yang mengaitkan antara kecerdasan dengan IQ, padahal keduanya sama sekali berbeda.

Kecerdasan adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah dan berpikir rasional di dalam lingkungannya. Sedangkan IQ hanyalah nilai yang diperoleh melalui sebuah tes kecerdasan. Jadi, anggapan masyarakat tentang kedua hal ini sangatlah berbeda.

Kekurangan psikologis anak jika tak dibantu seorang ayah dalam perkembangannya akan mudah dijumpai. Kekurangan psikologis ini antara lain anak menjadi orang yang pesimis, tidak punya percaya diri, gangguan psikoseksual, sulit beradaptasi dengan lingkungannya dan sulit mempunyai kepedulian sosialnya.

Memberi contoh kepemimpinan, membuat anak menjadi individu yang disiplin dan mandiri, mengajarkan anak bersosialisasi di lingkungannya dan mengajarkan berpikir rasional- logis adalah salah satu peranan ayah dalam keluarga.

Seorang ayah diharapkan juga untuk tidak memaksa anak melewati batas potensialnya. Hal ini memang banyak terjadi pada masa sekarang. Keseimbangan dalam kegiatan bersama anak sangat diperlukan, misalnya dengan kegiatan indoor-outdoor seperti rekreasi ke alam terbuka.

Kesadaran ayah dalam mendidik janganlah suatu tindakan yang terpaksa. Seorang ayah harus mengetahui apa yang anak perlukan darinya. Pada dasarnya, seorang ayah harus tahu bahwa posisinya itu harus menjadi pembimbing, guru, kawan dan pelindung. Menanamkan moral spiritual pada anak sepatutnya jangan lupa diberikan oleh ayah. Jika ayah tidak memberikan pendidikan moral spiritual, anak menjadi seorang dengan jiwa yang anarkis dan menjadi individu yang melanggar aturan atau norma.

Berikut ini adalah kiat-kiat menjadi ayah yang hebat:

1. Meluangkan waktu yang cukup untuk keluarga

2. Bermain dengan anak

3. Memberikan keteladanan dengan bijaksana

4. Mengakui kesalahan, meminta maaf dan mengucapkan terima kasih kepada anak

5. Menjadi penyemangat dan pendukung anak

6. Menjadi pendengar yang baik jika anak sedang mengutarakan permasalahannya

7. Menghindari tindakan kasar yang merugikan fisik dan psikologi anak

8. Mengajak anak untuk berolah-raga dan tamasya

Anak harus merasa senang dan nyaman didampingi orang tuanya. Anak mempunyai cara belajar yang ia sukai dan hal ini harus diperhatikan bagi orang tua. Situasi belajar yang baik dan efektif harus diciptakan. Dalam hal ini, ayah juga mempunyai peranan penting dalam memotivasi belajar anak dengan baik.

Jika hal ini dapat diterapkan oleh para ayah, maka akan banyak anak-anak Indonesia yang ceria dan bahagia. Oleh karena itu, saya mengajak para orang tua agar saling bekerjasama dalam rangka menciptakan keluarga yang bahagia.

Sumber: wikimu

Link Terkait : Menjadi Ayah Yang Hebat

 

Tips Memilih Sekolah untuk Buah Hati Tercinta

Saat ini banyak sekali sekolah yang tersedia untuk anak-anak. Setiap sekolah memiliki kurikulum, pendekatan, cara pengajaran, serta nilai-nilai yang berbeda.

Terdapat pandangan baru mengenai pendidikan yang tepat untuk anak. Pendekatan cara belajar aktif, yang tidak menekankan pada tes saja, dan merangsang rasa ingin tahu anak menjadi lebih penting karena anak-anak membutuhkan sekolah yang mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya

Kita sebagai orangtua tidak bisa tahu tantangan apa yang akan anak hadapi nanti. Dibutuhkan lingkungan dan sekolah yang dapat membentuk anak menjadi pembelajar sejati yang akan terus belajar sepanjang hidupnya. Sehingga apapun tantangannya bisa mereka hadapi nanti. Rahma Paramita, M.Psi., psikolog anak, memberikan tipsnya dalam memilih sekolah terbaik untuk balita.

Untuk mengetahui kualitas sekolah yang baik, secara umum sekolah harus:

1. Memperhatikan kebutuhan psikologis mendasar anak dan memperhatikan tahapan perkembangan anak. Contohnya, kebutuhan anak untuk merasa mampu. Apakah sekolah tersebut misalnya memberikan kesempatan bagi anak untuk menampilkan kebiasaannya, atau apakah sekolah memberi kesempatan kepada anak untuk mengikuti kompetisi meskipun ia tidak berprestasi.

2. Dapat memenuhi kebutuhan unik atau individual anak. Sekolah yang seperti ini biasanya melakukan pembedaan cara pengajaran, misalnya memberikan tugas yang lebih sulit untuk anak yang sudah lebih advanced atau menerangkan dengan menggunakan alat bantu gambar untuk anak yang memiliki gaya belajar visual.

3. Dapat membantu pencapaian tujuan jangka panjang orangtua untuk anak masing-masing. Artinya sekolah harus memiliki nilai-nilai yang sama dengan orangtua. Misalnya bila orangtua menginginkan anak memiliki kemandirian, apakah sekolah tersebut melakukan hal-hal yang bisa membuat anak mandiri atau selalu membantu anak dalam melakukan segala sesuatu sehingga tidak melatih kemandirian anak. Hal ini bisa dilihat pada saat kunjungan ke sekolah.  Selain berbicara dengan kepala sekolah, sempatkan untuk berbicara dengan guru, murid, atau mungkin orangtua lain yang ada di sekolah.

4. Sekolah yang memiliki tujuan pendidikan yang sama dengan orangtua. Kembali lagi lihat visi dan misi sekolah. Apakah sekolah tersebut bertujuan menciptakan anak-anak dengan nilai tes yang bagus atau membentuk anak-anak yang memiliki kemampuan belajar (seperti kemampuan analisa, riset, penyelesaian masalah) sehingga dapat menjadi pembelajar mandiri.

 

Berikut adalah daftar yang dapat dilihat ketika orangtua berkeliling ke sekolah-sekolah:

1. Pengaturan kelas. Kelas yang baik adalah apabila ada ruang yang cukup untuk anak bergerak, ruang untuk berkumpul dan bisa terjadi interaksi dengan baik antara guru-murid.

2. Dinding. Apakah terisi dengan hasil karya siswa atau poster yang terjual di toko buku. Perhatikan juga apakah hasil karya yang ditempelkan tanpa kesalahan, atau hanya dari siswa terbaik, atau apakah semua hampir sama. Kalau ya, berarti sekolah tersebut tidak memperhatikan perbedaan kebutuhan pada masing-masing anak. Karena guru seharusnya menyiapkan beberapa tugas yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak.

3. Wajah siswa di kelas. Perhatikan wajah siswa, apakah mereka bersemangat dan sibuk mengerjakan tugas atau melakukan kegiatan. Hal ini bisa menunjukkan apakah guru memberi kegiatan yang cukup menarik untuk anak atau tidak.

4. Cara guru berinteraksi dengan murid-muridnya. Hubungan guru-anak seharusnya hangat dan tulus, tidak bersifat mengendalikan dan memerintah.

5. Lingkungan sekolah. Suasana sekolah yang menyenangkan dan membuat orang "betah" untuk menghabiskan waktu. Memiliki perpustakaan sekolah yang cukup lengkap. Staf dan guru yang ramah terhadap semua pengunjung dan siswa.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut ibu bisa menentukan apakah sekolah tersebut baik dan tepat untuk ibu atau tidak.

 

Perbandingan sekolah negeri dan swasta

Pembelajaran Digital

Link Terkait : Pembelajaran Digital