Selamat datang di Ar Rafi' - Bandung
 
Kontak: (022) 731-1009 — Surel: kontak@arrafibandung.com
•  Alhamdulillah dana wakaf masuk Rp. 72.150.000, dan dana wakaf yang telah dimanfaatkan sebesar Rp. 67.000.000, dengan saldo Rp. 5.150.000  •  PPDB SMP Ar Rafi' Drajat Tahun Ajaran 2019-2020 : Telah Ditutup  •  PPDB SD Ar Rafi' GELOMBANG ke-3 : Telah DiTutup  •  
Figur
18.02.2019
Figur
CATATAN PENDIDIKAN NASIONAL PASCA ERA REFORMASI

Orde reformasi merupakan harapan dan impian besar bagi bangsa Indonesia, betapa tidak, pada masa reformasi ini segala hal yang bertentangan dengan kepentingan dan kemakmuran rakyat semuanya di revisi dan di cari langkah langkah terbaik. Demikian juga dalam dunia pendidikan di Indonesia, pemerintah dan para tokoh pendidikan yang peduli pada perbaikan pendidikan nasional menggodok dan akhirnya mensyahkan Undang undang nomor 20 tentang Sisdiknas (system pendidikan nasional) tahun 2003. Undang undang ini dimaksudkan untuk menjawab tantangan zaman bahwa pendidikan nasional harus dikelola dengan baik dan terintegrasi dalam suatu system pendidikan nasional yang utuh dan menyeluruh.

Bung Karno pernah menyampaikan sebuah ungkapan yang menginspirasi banyak orang terutama dalam dunia pendidikan yaitu “Tidak ada pembangunan nasional tanpa pembangunan karakter”, hal ini tentu menjadi penguat bahwa seyoguanya pendidikan harus menyiapkan generasi yang dapat membangun sumber daya manusia untuk pembangunan nasional, karakter, ilmu dan teknologi berguna untuk kehidupan berdampak Rahmatan lil ‘alamiin berdasarkan perintah tuhannya.

Usaha tersebut sudah dilakukan dalam era reformasi pendidikan diantaranya adalah :



  1. Adanya upaya perubahan kurikulum yang semula parsial (terpisah-pisah) menjadi tema tema yang membangun kompetensi manusia seutuhnya dan membangun sosial dan spiritual.


  2. Pada tahun 2003 telah disyahkan Undang Undang Sisdiknas yang menjadi angina segar bagi pengembangan pendidikan di Indonesia yang salah satunya mengatur tentang kewenangan sekolah sebagai ujung tombak pendidikan untuk melaksanakan Manajemen Berbasis Sekolah.




Undang undang no 20 Sisdiknas setidaknya menjadi jalan sebagai upaya desentralisasi pendidikan. Manfaatnya adalah agar seluruh stakeholder pendidikan ditingkat daerah dapat mengembangkan ide dan gagasannya dalam peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan situasi dan kondisi daerah setempat. Hal ini akan memicu daerah untuk mengusung muatan lokal yang relevan dengan kebutuhan dan tuntutan zaman di wilayahnya. Sebagai contoh, lembaga pendidikan yang dekat dengan kampong nelayan atau sumber daya alam bahari, maka didorong untuk mengusung pembelajaran pemanfaatan sumber daya bahari, demikian pula lembaga pendidikan yang dekat dengan pegunungan atau objek wisata maka diterapkan muatan local yang sesuai dengan letak strategis sekolah tersebut, dengan demikian pembelajaran tidak hanya berguna untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan namun dapat langsung diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan berekonomi.

Jika mencermati tujuan pendidikan nasional yang termaktub dalam GBHN tahun 1989 misalnya, didalamnya terkandung tujuan yang mulia yaitu “membentuk manusia Indonesia seutuhnya”, artinya generasi bangsa semaksimal mungkin diberdayakan potensi akal, fisik, dan jiwanya untuk menjadi berkompeten dalam bidang yang digeluti dengan kata lain tidak verbalisme atau hanya omongan semata namun kenyataannya tidak berkompeten. Untuk itu pemilihan materi pembelajaran yang sesuai dengan konteks dan konten kekinian yang relevan dengan tuntutan zaman dan tuntunan Kitabullah sangat diperlukan, agar para peserta didik tidak hanya dijejali dengan segudang ilmu pengetahuan namun juga dibekali dengan kecakapan kecakapan hidup yang bermanfaat seperti persiapan menuju kehidupan akhirat yang kekal, maka aqidah dan keimanan yang kuat perlu ditanamkan semenjak dini seperti yang dilakukan oleh Baginda Rasulullah Muhammad Saw, pada fase awal dakwah beliau di Mekkah.

Upaya reformasi pendidikan telah terlihat sejak digulirkannya undang undang Sisdiknas yang didalamnya bahwa reformasi inding mengubah berbagai kelemahan di dunia pendidikan. Reformasi ini pula menjadi latar belakang lahirnya undang undang Sisdiknas tahun 2003. Salah satu yang perlu dicermati dalam Undang undang Sisdiknas adalah kurikulum itu harus dibuat oleh guru guru professional adapun pemerintah pusat hanya memberikan kerangka kurikulum nasional sebagai landasan guru guru untuk mengembangkan kurikulumnya sendiri sesuai denga  pasal 19 UU Sisdiknas. Kemudian kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) itu disusun oleh guru dibawah koordinasi Dinas pendidikan setempat sesuai dengan UUD Sisdiknas Pasal 38 ayat 2. Kemudian dikuatkannya desentralisasi pendidikan yeng bertajuk Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) UU Sisdiknas Pasal 51 ayat 1.

Dalam perjalanan perkembangan pendidikan nasional mengalami pasang surut, salah satunya adalah adanya kebijakan kementrian pendidikan tentang kurikulum 2013 dan kurikulum nasional yang seolah mencederai usaha usaha positif dalam pengembangan pendidikan berbasis sekolah yang menuntut kreatifitas dari para pendidik di lapangan dalam bentuk KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) sesuai dengan situasi dan kondisi di masing masing daerah.

Masyarakat Indonesia pada umumnya masih berorientasi pada sertifikat atau ujasah (certificated oriented) bukan pada penguasaan kompetensi, sehingga tidak heran jika banyak masyarakat yang memiliki segunak sertifikat dan ijasah namun belum bisa berkontribusi banyak dalam pengembangan pembangunan di tanah air, banyak yang tidak bisa apa apa bahkan menjadi inspirasi bagi sekitarnyapun tidak. Untuk itu, penguasaan kompetensi dalam berbagai bidang yang digeluti menjadi factor utama yang harus diraih oleh para siswa, adapun ijasah dan sertifikat adalah sebagai bukti bahwa yang bersangkutan berkompeten.

Masih terjadinya fenomena di dunia pendidikan Indonesia bahwa STTB dilandaskan atau berdasarkan Ujian Nasional, padahal amanah dari Undang undang Sisdiknas bahwa Ujian Nasional bukan merupakan landasan dari STTB melainkan untuk menilai akuntabilitas institusi pendidikan dan pemetaan kualitas serata pemerataan pendidikan secara nasional.

Beberapa pelanggaran pelanggaran tersebut seolah mengembalikan kondisi pendidikan Indonesia pada periode lama yang belum memiliki kekuatan karakter dan belum berbasis kompetensi, hal ini tercermin dari masih terlihat adanya pemisahan antara ilmu dan agama, padahal ilmu dan agama tidak dapat dipisahkan karena keduanya merupakan sarana meraih kebaikan yang hakiki. Agama berintikan nilai nilai sosial dan spiritual yang akan menjadi penguat ilmu pengetahuan. Bayangkan jika agama hanya disimpan pada ranah ranah ritual pribadi saja tanpa mewarnai ilmu pengetahuan, niscaya ilmu pengetahuan akan digunakan oleh manusia untuk hal hal yang dapat merusak dan menyebabkan bencana. Naudzubillahimndzalik.

Pelanggaran atau penyimpangan-penyimpangan dalam undang undang Sisdiknas tersebut merupakan tanggung jawab bersama terutama pemerintah, maka dari itu, presiden sebagai kepala neggara harus kembali meluruskan arah dan kebijakan pendidikan nasional agar sesuai dengan amanah Undang Undang Dasar 45 yaitu usaha mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan potensi generasi bangsa menjadi kompetensi yang bermanfaat dikemudian hari.

Salah satu usulan konkret dalam pengembangan kurikulum nasional adalah : Kurikulum Berbasis Aqidah yang selama ini diusung oleh Ar Rafi’, yaitu kurikulum berbasis aqidah yang membangun manusia seutuhnya berdasarkan Undang Undang Dasar dan Undang Undang Sisdiknas dan terinspirasi berdasarkan Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 208 :

 208. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Penulis : Andry Hadiwijaya, S.S Guru dan Asisten Direktur Perguruan Ar Rafi’ Bandung Alamat Sekolah : Jl. Sekejati III No. 20 Kiaracondong Bandung, Telp. 022-7311009 Alamat Rumah : Jl. Kemakmuran II No. 323 Rancasari Bandung, Telp. 022-7569896-085220247161 Email : andryhadiwijaya@gmail.com

Galeri Foto Terkait
Galeri Video Terkait
+ Index Informasi